Feeds:
Posts
Comments

dunia yg melalaikan….

Akhir – akhir ini aku sering ngerasa capek… kayaknya teknologi tuh berkembang ngga ada habis – habisnya! Aku, as an IT person, kudu ngikutin perkembangan itu dan aku ngerasa bener – bener kewalahan…

Baru aja aku menguasai teknologi A, udh muncul teknologi B, C, dan D yg lbh bagus dr teknologi A. And then I wonder, sampe kapan musti terus begini? I don’t wanna spent all my lifetime to keep updating and updating every new IT stuffs. However, I must do! If I want to be exist in IT world, I have to stay updated. Honestly, it’s tiring..

Baru sekarang aku bener – bener menyadari bahwa kalo kita mengejar dunia, menjadikan dunia sebagai tujuan utama kita, maka ngga akan pernah ada habisnya kita mengejar. Capek bgt.. Udah punya gaji 5 juta, nti pingin 10 juta. Udah punya 10 juta, pingin punya 20 juta. Then I think, kalo gini terus kapan selesainya? Kapan qt akan merasa “puas”? Untuk dpt kenaikan gaji, for sure, aku mesti menaikkan kulitas kerjaanku. Kalo dalam konteks IT berarti, kembali lg, aku harus selalu up to date and bla bla bla… fiuhh..

Weits…jangan salah sangka dulu…tentu saja aku jg pingin punya karir yg bagus dan gaji yg gede, tapiiiiii….aku ngga mau menjadikan itu tujuan utamaku. Kalo untuk mencapai itu semua aku musti merelakan akhirat dan kehidupan ruhani ku terlalaikan, wah..berat deh..

Karena, biar bagaimanapun juga, kehidupan dunia ini kan cuma sementara. Sedang yg kekal adalah kehdupan akhirat..maka, bagimana mungkin kita rela mengejar dunia, kalau hal itu sampe membuat kita melupakan akhirat?

Pas magang ini, aku bener2 ngerasain, hidupku bener2 cuma buat kerjaan doang. Di kantor dr jam 8 pagi sampe jam 5 sore..pulang udah capek, maunya cepet istirahat. Shalat dhuha udah jaraang bgt, tahajjud apalagi..kapan waktuku untuk mendalami agamaku?? Ruhani ini kering rasanya..memang, aku jd punya pendapatan yg lumayan..tp smua itu terasa hampa, krn hati ini seperti mati rasanya..

Apalah artinya tangan yang menggenggam ratusan lembar uang, kalau tangan ini tak pernah lg digunakan untuk bertasbih memuji Allah? Apalah artinya kepala yg menjadi tegak karena jabatan, jika dahi ini tak pernah lg bersujud di hadapan-Nya? Ya Allah..aku merasa bener2 “kering” akhir – akhir ini..

Kemarin, temenku cerita kalo ada ikhwan yg mau melamar dia..temenku ini udah kuliah semester akhir, tinggal skripsi..dan si ikhwan ini udah kerja, punya penghasilan tetap, mapan, dan tentu saja sholeh. Pas temenku bilang ke keluarganya, mereka setuju, hanya saja ngga boleh tll cepat nikahnya…mungkin 2 atau 3 tahun lg aja..

Alasan mereka,”Emang km pikir berumah tangga itu enak dan gampang? Rumah tangga itu repot sekali. Km mesti ngurus suami, pinter2 ngatur uang, blum lg kalo nti punya anak. Km ngga bs bebas lg, nikmatin dulu masa muda km. Nikmatin dl uang gaji km, nabung dulu.”

Aku mikir, emang sih nikah itu ngga gampang. Susah bgt malah! Mikirin hr ini anak sm suami mau makan apa, mikirin gimana bayar kontrakan, gimana bagi waktu antara kerjaan sm rumah tangga..belum lg ngliat temen2 yg msh bs hangout sepulang kerja, smentara qt mesti buru – buru pulang krn ditunggu suami dan anak. Ngeliat temen2 bs lirik sana sini sementara qt “terperangkap” pd satu orang untuk seumur hidup. Bahkan mungkin karir kita akan mandek, karena banyak jabatan penting yg mensyaratkan status “belum menikah” untuk si pejabat.

Yes, that’s absolutely true! Nikah itu ribet dan ngga enak. Tapiiii…pernahkah qt berpikir, betapa banyak nya sumber – sumber pahala yg ada dlm sebuah lembaga pernikahan? Nyuci baju suami dpt pahala. Nyapu rumah dpt pahala. Melahirkan dpt pahala. Ngurus anak dapet pahala. Apakah kita ngga rela menukar karir, jabatan, gaji, dan kebebasan dgn semua pahala itu? Apakah smuanya itu lebih berharga drpada janji Allah akan surga bagi istri yg sholihah?

Lagi – lagi, keinginan akan kemewahan dunia melalaikan kita..

Tapi, aku tekankan sekali lg, bukan berarti kita dilarang untuk kaya lho ya! Sama sekali nggak..bahkan Rasulullah pernah mendoakan Anas bin Malik agar Allah memberinya harta yang banyakkepadanya. Nah, kalo menjadi kaya itu merupakan suatu keburukan, ngga mungkin dong Rasulullah akan mendoakan Anas bin Malik agar menjadi kaya? Masa Rasulullah mendoakan keburukan buat shahabatnya?

Tapi yg aku heran, knp keinginan untuk menjadi kaya, memiliki jabatan, mengembangkan karir, semua itu jauh lebih kuat daripada keinginan untuk mencapai ridha Allah? Demi Allah, selama magang ini aku bener2 merasakan betapa hampanya hatiku, krn waktuku tersita untuk kerja, kerja, dan kerja…How much I miss You, Ya Allah…

Berhias merupakan suatu hal yang sangat lekat dengan kehidupan wanita, terutama buat remaja kayak kita – kita ini. Hal itu udah merupakan fitrah (kodrat) dan sifat asal dari wanita, yaitu senang berhias dan mempercantik diri. Agama kita yang mulia Al Islam nggak menafikan kegemaran berhias bagi wanita. Boleh – boleh aja kok wanita berhias, bahkan terkadang berhiasnya wanita bisa bernilai ibadah, ketika itu dilakukan untuk membahagiakan hati suaminya.

Tapiiii… ada tapinya nih… Islam memberikan rambu – rambu dan batasan – batasan yang jelas dalam hal berhias untuk wanita. Berhias seperti apa sih yang diperbolehkan dan seperti apa yang dilarang. Segala peraturan itu bukan untuk mengekang / mempersulit / men-diskriminasikan kaum wanita. Sama sekali nggak begitu! Syariat Islam tentang berhias dimaksudkan untuk melindungi wanita, menjaga kesucian dan kehormatannya, serta mendudukkannya pada derajat yang sangat tinggi, juga untuk membedakan mereka dari wanita – wanita kafir. Wow keren!!

Coba deh kamu perhatiin, betapa banyak wanita yang senang pake “baju adiknya” atau baju “kekurangan bahan”, ya nggak? Kalo dilihat secara sepintas sih emang itu bagus, mereka kelihatan cantik, modis, modern, dan jadi pusat perhatian. Tapi coba kita pikir, dikemanain harga diri dan kesucian mereka kalo semua mata bisa bebas melihat keindahan lekuk tubuh mereka? Dikemanain kehormatan mereka kalo semua orang bebas melihat putih dan halusnya kulit mereka? Aduh..kalo gitu kok jadinya kita kayak barang tontotan yang murah banget ya? Bisa diobral untuk diliatin banyak orang. Nggak banget deh pokoknya! Akibatnya, banyak wanita yang jadi korban tindakan gak senonoh dan bahkan pelecehan seksual, karena penampilan mereka yang mengundang syahwat kaum Adam.

Nah…Islam sangat..sangat..sangat..memuliakan wanita. Islam ga mau wanita muslimah jadi tontonan gratisan kayak gitu, apalagi sampai dilecehkan. Islam pingin wanita – wanitanya terjaga, terhormat, dan ngga sembarang orang bisa lihat kecantikannya. Sip kan??

Cukup deh pendahuluannya. Sekarang kita masuk ke pembahasan ya..Gimana sih Islam mengatur perhiasan wanita?? Selamat membaca!!

Syarat – syarat Pakaian Wanita Muslimah
Firman Allah SWT
Hai Nabi, katakanlah kepada istri – istrimu, anak – anak perempuanmu, dan perempuan – perempuan mukmin,”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, maka mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS Al Ahzab:59)

Ayat yang mulia ini ngasih gambaran ke kita tentang pakaian yang harus dikenakan oleh wanita muslimah, yaitu: ”mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Maksudnya, pakaian wanita muslimah harus menutup seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan. Pakaian yang demikian dinamakan “jilbab”. Jadi, sebenernya definisi jilbab itu adalah: pakaian yang dapat menutupi seluruh tubuh wanita. Cuma, kalo di Indonesia, pengertian jilbab ini agak sedikit bergeser ya..Di negeri kita ini, kalo orang denger kata jilbab, pasti mengacu ke kain yang fungsinya untuk nutupin kepala / rambut, ya kan? Padahal, kalo di bahasa Arab, jilbab itu bukan cuma penutup kepala, tapi penutup seluruh tubuh wanita. Sedangkan kalo penutup kepala itu dalam bahasa Arab disebut “khimar” (kerudung), yaitu kain yang digunakan untuk menutup kepala / rambut, telinga, leher, dan dada. Soalnya, wanita – wanita Arab tuh biasanya pake bajunya one piece gitu, semacem kayak daster panjang atau gamis yang lebar yang bisa nutupin seluruh tubuh mereka , termasuk kepala dan rambut. Jadi, baju(penutup badan) dan kerudung (penutup kepala) nyambung jadi satu (biasa disebut “burqa”). Tapi kalo di Indonesia kan lain ya..baju (penutup badan) sendiri, kerudung (penutup kepala) sendiri. Nah…kerudung (penutup kepala) inilah yang sering kita salah artikan sebagai jilbab.

Biar ngebahasnya lebih gampang, kita menyesuaikan dengan istilah Indonesia aja ya…jadi dalam pembahasan selanjutnya, untuk penutup badan kita sebut baju dan untuk penutup kepala kita sebut jilbab, OK?!

Sebelum kita lanjut ke syarat – syarat pakaian muslimah, coba perhatiin lanjutan ayat diatas.
” ……Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, maka mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS Al Ahzab:59)
Di sini tertulis tujuan diwajibkannya jilbab terhadap wanita muslimah oleh Allah SWT, yaitu supaya mereka mudah dikenal dan tidak diganggu. “Mudah dikenal” maksudnya jilbab itu akan membedakan kita dari wanita – wanita kafir, karena jilbab adalah pakaian “khas” wanita Islam. Jilbab itu simbol ketaqwaan kita dalam menjalankan perintah Allah SWT. Jadi, kita harus bangga pake jilbab, karena itu nunjukkin kalo kita orang Islam.
Sedangkan “maka mereka tidak diganggu” maksudnya jilbab itu bikin kita aman, karena dengan menutup seluruh tubuh kita, kita meminimalisir kemungkinan bangkitnya syahwat laki – laki. Sehingga meminimalisir pula kemungkinan kita akan jadi korban pelecehan seksual. Coba deh perhatiin, kalo ada cewe pake jilbab trus lewat di depan sekumpulan cowo, biasanya mereka segan untuk ngegangguin, tul nggak? Paling banter cuma ngasih salam doang, ya jawab aja,”Wa’alaikumsalam…”. Enak kan, kita jadi didoain supaya dapet keselamatan dari Allah? Subhanallah…enak banget ya kalo ngejalanin perintah Allah tuh! Ngga ada ruginya deh!

Nah sekarang, kita bahas syarat – syarat pakaian. Yang pertama, baju (penutup badan) dulu ya…Yang jelas, syarat secara umum, wanita muslimah pakaiannya wajib kudu mesti harus nutupin seluruh tubuhnya. Pegang terus pedoman ini, karena ini syarat umum. Nah, sekarang ini syarat – syarat khususnya:

1. Baju nggak boleh ketat sehingga menggambarkan lekuk tubuh
Jadi, baju kita mesti longgar, jadi ngga “mletet – mletet” kalo kata wong Jowo. Soalnya, percuma aja dong kita pake baju yang menutup seluruh tubuh kalo orang masih bisa lihat body kita. Wah, kalo gini caranya, tujuan pake jilbab, yaitu supaya kita tidak diganggu, ngga bakal tercapai deh. Ya iyalah…laki – laki masih akan “tergoda” ngeliat lekuk tubuh kita meskipun tertutup semua. Jadi deh kita digodain. Trus kita bilang, “Mana? Katanya kalo pake jilbab kita ngga diganggu?” Yee…itu mah yang salah bukan jilbabnya, tapi orangnya, ya gak? Ya gak? Ya doooong..!!

Tentang “jenis” wanita yang pake baju ketat gini, Rasul kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam udah pernah ngasih peringatan lho..
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amru, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Akan muncul pada generasi akhir dari umatku wanita – wanita yang berpakaian, namun telanjang, di atas kepala mereka seperti punuk unta. Laknatlah mereka karena sesungguhnya meraka adalah orang – orang terlaknat.(Hadits Shahih riwayat Thabrani dalam Ash-Shaghiir II/128. Al Albani berkata: “Dengan sanad shahih”, Hijaabul Mar’ah hal 56)

Sementara dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah berbunyi:
Mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula menghirup aromanya. Padahal sungguh aromanya bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.(Hadits Shahih riwayat Muslim XIV/356)

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “wanita yang berpakian namun telanjang”, maksudnya seorang wanita yang memakai pakaian, tetapi pakaian itu tidak menutupi auratnya, sehingga tubuhnya masih tetap terlihat. Wanita yang suka pake baju ketat dan memperlihatkan bentuk tubuhnya jelas termasuk dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Karena, dia pake baju, tapi tubuhnya tetap terlihat, yakni tercermin melalui lekuk tubuhnya.

Sedangkan ancaman bagi wanita yang berpakaian tapi telanjang ini adalah mereka mendapat laknat dan tidak akan mencium bau surga. Hiii…serem banget kan? Makanya, yuk kita benahin baju – baju kita, kalo ada yang “kekecilan” mending disumbangin aja, Okeh??!!

2. Baju nggak boleh transparan sehingga memperlihatkan apa yang ada di dalamnya
Maksudnya, bahan baju kita mesti tebel, ngga boleh tipis. Penjelasannya sama kayak no 1 di atas. Percumalah kita pake baju kalo “jeroan” kita kelihatan. Dan wanita yang pake baju kayak gini juga termasuk dalam ancaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang lalu, karena dia pake baju, tapi bagian dalam tubuhnya tetep kelihatan. Walah! Bener – bener berpakaian tapi pada hakikatnya telanjang, kan? Lha wong masih keliatan, gitchu…

Jadi, yuk kita tengok lagi lemari kita, kalo ada baju – baju yang “nerawang”, mending jangan dipake lagi. Atau, biar nggak mubazir, tetep dipake tapi dengan syarat kita pake baju daleman lagi buat ngelapisin, OK girlzz?!

3. Ngga boleh menyerupai baju laki – laki
Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa beliau pernah berkata: Rasulullah ahallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki – laki yang mengenakan pakaian seperti pakaian wanita dan wanita yang mengenakan pakaian seperti pakaian laki – laki.(Hadits Shahih riwayat Abu Dawud IV/157, Ahmad II/325, dan Nasa’i)

Laki – laki dan perempuan diciptakan oleh Allah SWT dengan perbedaan karakterisitik, tabiat, dan bentuk anatomi tubuh. Misalnya, laki – laki cenderung mengedepankan logika, sementara wanita cenderung mengedepankan perasaan. Allah SWT juga memberikan tanggung jawab yang berbeda antara kita dengan cowo. Laki – laki wajib bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Sedangkan kita sebagai muslimah tidak diwajibkan bekerja mencari nafkah. Bahkan, kita lebih diutamakan untuk tinggal di rumah dan mengurus rumah tangga, serta ngga terlalu banyak keluar rumah kecuali kalo ada urusan yang penting dan mendesak.

Nah..perbedaan tabiat, anatomi tubuh, dan tanggung jawab ini pastinya akan menimbulkan perbedaan dalam aktivitas keseharian kita. Perbedaan aktivitas ini akhirnya memberikan perbedaan pula dalam jenis pakaian untuk laki – laki dan perempuan.

Untuk masalah ini, bisa berbeda – beda di tiap tempat. Misalnya, di Arab sana, laki – laki tuh identik dengan warna putih. Makanya wanita – wanita Arab memakai pakaian warna hitam untuk membedakan mereka dengan laki – laki. Sekarang, kita mesti merhatiin daerah tempat tinggal kita. Warna, motif, dan model baju apa ya, yang identik dengan, biasa dipakai, dan jadi ciri khas laki – laki? Nah, baju yang kayak gitu yang ngga boleh kita pake. Jadi, kalo di Indonesia ini, ya pake aja baju yang model, warna, dan motifnya feminim, yang identik dengan cewe. Baju yang kalo kamu pake tuh kesannya cewe banget. Paling gampang, ya rok. Rok kan pakaian khas cewe. Belum ada kan desaigner yang bikin rok model cowo, hehehe…

Trus, muncul pertanyaan: boleh ngga Muslimah pake celana? Hmm..jawabannya luas nih. Celana itu kan pakaian khas cowo. Tapi sekarang udah banyak banget kan celana yang modelnya dibuat untuk cewe, dan beda sama celana model cowo, ya ngga? Jadinya, celana yang kayak gitu ngga bisa dikategorikan sebagai pakaian laki – laki. Tapi…ada tapinya nih. Celana untuk cewe biasanya kan ketat – ketat ya…Model yang ngebentuk pinggang sama pinggul gitu deh. Karena emang celana kayak gitu dibuat untuk menonjolkan bentuk tubuh cewe. Nah…hal ini bertentangan kan dengan syarat pakaian Muslimah yang no 1 tadi, yaitu baju harus longgar dan ngga boleh memperlihatkan lekuk tubuh. So..celana yang model gini ngga boleh dipake.

Tapi, Islam itu ngga memberatkan kok. Kalo misalnya kamu cewe yang kemana – mana naiknya motor / sepeda, pasti ribet ya kalo pake rok. Trus kalo kamu lagi bepergian dengan jarak yang cukup jauh, atau harus naik turun tangga / angkot, wah bisa keserimpet kalo pake rok. Nah, dalam kondisi seperti ini, kamu boleh pake celana, bahkan bisa jadi wajib,yaitu ketika dikhawatirkan rok kamu akan tersingkap saat kamu lagi jalan dan memperlihatkan kaki serta betis kamu. Waw, bahaya bow!

But..tentunya celana yang dipake juga harus memenuhi syarat – syarat baju Muslimah dong. Yaitu: celananya mesti longgar (ngga boleh ketat)dan tebal (tidak transparan). Trus, kamu mesti pake blus (baju atasan) yang panjang, minimal sampai menutupi (maaf) pantat dan paha kamu. Sampe se-lutut lah kira – kira. Kenapa? Soalnya..selonggar – longgarnya celana yang kamu pake, tetep aja itu memperlihatkan bentuk kaki kamu kan? Belum lagi kalo kamu duduk, celana akan menempel di paha kamu, dan kelihatan deh bentuk kakimu yang aduhai. Makanya, untuk mengantisipasi hal itu, kamu mesti pake baju yang panjang. Bahkan, kalo situasi masih memungkinkan untuk pake rok,ya kamu tetep pake rok aja, sehingga celana itu berfungsi sebagai daleman. Rok-nya juga jangan yang span, karena selain membatasi gerak kamu, rok span juga biasanya ngebentuk badan, ya kan? Pake rok yang model “A”, atau model yang melebar di bagian bawah. Kalo kaya gini, pasti aman! Kamu tetep bisa gerak bebas, tanpa khawatir betis dan kaki kamu akan kelihatan saat rok tersingkap. Cihuy kan??!!

4. Ngga menyerupai baju wanita – wanita kafir
Syarat yang satu ini hampir sama kayak syarat yang nomor 3 di atas. Kita mesti merhatiin, di daerah kita, model, warna, dan motif baju apa sih yang identik atau jadi ciri khas-nya wanita – wanita Yahudi dan Nasrani? Nah…baju yang kayak gitu ga boleh kita pake. Sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari kaum tersebut.
Waduh, pastinya kita gak mau dong disamain sama wanita – wanita kafir??

Kalo di Indonesia juga kayaknya gak ada perbedaan yang berarti ya antara baju wanita Muslimah dengan wanita kafir. Banyak wanita Yahudi / Nasrani yang pake bajunya longgar, ngga transparan, panjang, dan ngga menyerupai baju laki – laki. Nah, kalo gitu satu – satunya yang membedakan kita dengan mereka adalah:Jilbab. Ya nggak? Makanya, kita mesti bangga pake jilbab, karena jilbab itu simbol ketaqwaan dan kepasrahan kita terhadap perintah Allah SWT.

5. Baju ngga boleh memiliki warna / model / motif yang mencolok sehingga menarik perhatian
Kadang ada Muslimah yang berjilbab tapi model atau warna bajunya mencolok banget. Sehingga setiap orang yang lewat pasti nengok ke arahnya. Atau, al least, dia jadi diperhatiin karena terlihat “beda” dari orang – orang di sekitarnya. Yang demikian ini dilarang oleh syariat. Soalnya, hal ini jelas menghalangi tujuan berjilbab, yaitu supaya kita gak jadi bahan tontonan. Kalo kamu pake baju dengan model / warna yang mencolok, bisa jadi kamu nanti juga digangguin sama orang – orang yang iseng. Atau, bisa jadi ada cowo yang tertarik dengan warna / model baju kamu, trus tertarik untuk lihat siapa sih yang make?? Dan setelah dilihat, ternyata dia jadi “tergoda” atau bangkit syahwatnya. Wah…celaka duong kalo begitu…

Soooo…coba yuk kita belajar pake baju – baju yang “biasa aja”, yang standar. Baju yang ngga bikin kita terlihat beda dengan orang lain / cewe – cewe lain. Baju yang kalo dipake ngga bikin orang jadi nengok dua kali buat ngelihat kita.

Mungkin kamu akan berpikir,”Tapi kan kita sebagai remaja pingin terlihat cantik, modis, dan gaya di depan orang lain. Kita kan juga pingin dipuji dan dihargai sama orang lain. Gimana dong?”
Hmm….gini, coba deh kamu renungin: Mungkin kamu emang kelihatan cantik, modis, dan gaya di depan manusia. Tapi, apa kamu juga cantik, modis, dan gaya di hadapan Allah SWT? Belum tentu kan? Karena apa yang jelek menurut kita, belum tentu jelek menurut Allah. Dan apa yang bagus menurut kita, belum tentu bagus menurut Allah. Sedangkan, hanya Allah yang tahu apa yang terbaik buat hamba – hamba-Nya. Sekarang kamu tinggal pilih, mau kelihatan cantik di depan manusia atau cantik di depan Allah? It’s your decision, girls!

Sedangkan masalah dipuji dan dihargai, bener banget, kita sebagai manusia pastilah pengen dipuji. Kalo kamu pake baju yang sesuai syariat, mungkin kamu ngga bakal dipuji dan dihargai sama manusia, tapi kamu akan dipuji dan dihargai sama Allah. So, same question as before, which one do you choose? Reward from human or reward from Allah? It’s also your decision, my lovely Moslem sisters…

Lagian, untuk bisa dipuji dan dihargai kan ngga cuma lewat pakaian dan penampilan. Buktiin kalo Muslimah berjilbab juga bisa berprestasi. Coba kejar nilai kamu di kelas. Atau, kalo kamu emang gak terlalu berbakat di bidang akademis, coba untuk aktif di kegiatan ekskul, seperti olah raga. Cetak prestasi di sana. Atau bisa juga kamu coba aktif di organisasi sekolah / kampus dan ikut dalam kepanitiaan di berbagai acara. Dengan cara ini, kamu pasti bakal dihargai kan? Atau, kalo emang kamu juga gak terlalu punya waktu untuk aktif di organisasi, tunjukkin prestasi kamu lewat kepribadian kamu. Contohlah kepribadian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadilah orang yang murah senyum, ramah, perhatian, dan seneng nolong orang lain. Dengan begitu, kamu pasti bakal dihargai. Hayo, pilih mana, dihargai karena prestasi dan kepribadian kamu yang baik, atau dihargai karena penampilan kamu yang cantik dan seksi??

Yup..!! Itu tadi syarat – syarat baju (penutup badan). Sekarang kita masuk ke syarat – syarat jilbab (penutup kepala) yah..Basically, syarat jilbab itu sama aja koq kayak syarat baju:

1. Jilbab harus longgar dan ngga ketat
Sekarang kan banyak ya model jilbab yang “ngepres” banget ke kepala dan leher, sehingga lekuk antara kepala dan leher dan lekuk antara leher dan dada terlihat dengan jelas. Nah, ini ngga dibenarkan oleh syariat. Jilbab itu mestinya lapang dan longgar. Lagipula, menurut para ahli, jilbab yang model “dicekik” ke leher itu ngga baik buat kesehatan kulit lho..karena model ini ngga ngasih ruang udara antara kain jilbab dengan leher, sehingga berisiko menimbulkan iritasi pada kulit, apalagi yang kulitnya sensitif.

2. Jilbab ngga boleh transparan
Banyak juga kan yang bahan jilbabnya transparan, jadi rambut, telinga dan lehernya tetep kelihatan. Yang kayak gini juga ga boleh. Penjelasannya sama kayak syarat baju muslimah, point ke 2 juga.

3. Jilbab mesti nutupin kepala / rambut, telinga, leher, dan dada
Kita kan sering lihat orang yang jilbabnya cuma nutupin rambut, tapi telinga dan lehernya tetep kelihatan. Atau nutupin rambut dan telinga, tapi lehernya kelihatan. Atau nutupin rambut, telinga, dan leher, tapi jilbabnya pendek dan kainnya ngga sampe menjulur untuk nutupin dada. Nah..yang kayak gini juga ngga dibenarkan oleh syariat. Definisi “khimar” (kerudung) sendiri ialah: kain yang dapat menutupi kepala / rambut, leher, dan dada.
Sedangkan Allah SWT berfirman:
Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…..(QS An Nuur:31)
Ayat yang mulia ini jelas memerintahkan kepada perempuan yang beriman untuk menutupkan kain kerudung ke dadanya. Jadi..kalo ntar beli jilbab, usahain yang ukurannya cukup untuk nutupin dada kamu. OK?!

4. Jilbab ngga boleh punya warna / model yang mencolok
Misalnya, ada renda – rendanya, payet, atau hiasan bunga yang gede banget itu. Penjelasannya sama kayak syarat baju muslimah point ke 5.

Nah..itu dia syarat – syarat pakaian wanita muslimah. Percaya deh, segala aturan Allah SWT itu ditujukan untuk memudahkan kita koq, untuk kebaikan kita juga, dan bukan untuk mengekang kita. “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.(QS Al Baqarah:185)

Allah SWT tahu yang terbaik buat kita kaum Muslimah. Nggak mungkin deh Allah SWT menjerumuskan hamba – hamba-Nya. Ketika Allah menetapkan sesuatu buat hamba-Nya, maka pasti itu yang terbaik, walapun kadang (menurut kita) susah dan ngga enak. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu;Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(QS Al Baqarah:216)

Nah, sekarang setelah tahu syarat – syarat pakaian Muslimah, yuk kita belajar buat menaati syarat yang dibuat Allah itu! Karena “…tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.(QS Al Ahzaab:36)

Emang awalnya susah, makanya pelan – pelan aja, sabar, dan senantiasa meminta bimbingan dan petunjuk dari Allah. “Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar .(QS Al Ahzaab:71)

C’mon girls! You can do it!

nasihat yang bagus…

Bagi yang bujang
suatu i’tibar

Bagi yang belum / bakal berkeluarga
suatu pelajaran

Bagi yang berkeluarga
perlu mengajar

Wahai SUAMI..
renungkanlah

Pernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahasia

Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setaqwa Aisyah
Tidaklah setabah Fatimah

Justeru,
Istrimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah..
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya
Istri adalah murid, kamu mursyidnya
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya

Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
Ketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya

Seandai istri tulang yang bengkok, berhati-hatilah
meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan menginsafkan kita,
perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH SWT
karena
Memiliki istri yang tak sehebat mana

Justeru
Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah s.a.w
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah

Cuma
Suami akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEH..
Amin..

Wahai ISTRI pula.
renungkanlah

Pernikahan atau perkawinan
membuka tabir rahasia

Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad s.a.w.
Tidaklah setaqwa Ibrahim
Tidak setabah Ayyub
Tidak segagah Musa
Apalagi setampan Yusuf

Justeru
Suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya
cita-cita
membangun keturunan yang soleh.

Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban
bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami nakhoda kapal, kamu pengemudinya
Suami bagaikan pelakon yang nakal, kamu adalah
penonton kenakalannya
Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur
singgahsananya
Ketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya

Seandainya suami bengis lagi lancang, sabarlah
memperingatkannya.

Pernikahan ataupun perkawinan mengajarkan kita
perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH SWT
karena
Memilik suami yang tak segagah mana..

Justeru
Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga
Bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEHAH

Amin.

Justeru itu wahai SUAMI dan ISTRI
Jangan menuntut terlalu tinggi
Seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya

SUAMI dan ISTRI ingatlah:

Mengapa mendambakan istri sehebat Khadijah
Andai diri tidak semulia Rasulullah s.a.w.
Tidak perlu istri secantik Balqis
Andai diri tidak sehebat Sulaiman

Mengapa mengharapkan suami setampan Yusuf
Seandai kasih tak setulus Zulaikha
Tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim
Andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah..

another love poem…

Teruntuk Seorang Ikhwan Soleh…

Ku tulis bait ini dalam rangkaian malamku yang panjang
Ku ungkap getar ini dalam rindu yang tertahan…

Untukmu seorang ikhwan yang telah datang…
Aku bersama semua baktiku yang bersahaja

Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna
Bila kau tidak ada…

Untuk suamiku, lelaki yang tercinta
Izinkan bakti dan taatku melebur bersama senyummu..
Iznkan cinta dan kehormatanku terpatri kuat untuk menjaga kehormatanmu…

Untuk suamiku yang sedang berdakwah di jalanNya
Ketahuilah…
Bahwa aku wanita asing bagimu
Nanti terangkanlah apa – apa yang tidak kumengerti darimu
Terangkanlah apa-apa yang tidak tersukai darimu
Agar istri solehah menjadi mahkota mendampingimu…

Untuk suamiku yang tengah sibuk dalam kelelahanmu…
Ketahuilah bahwa aku selalu menunggumu..
Menunggu menjadi kendaraan yang nyaman buatmu..
Menjadi rumah yang lapang untukmu…
Menjadi penunjuk jalan yang lurus untukmu…
Menjadi penyejuk hatimu…

Dan Wahai engkau pengobat cintaku…
Bila nanti Allah rizkikan engkau untukku
Maka semoga aku juga menjadi rizki mulia untukmu…
Bersama menyempurnakan hati dalam Mahabah-Nya..
Menyemarakan dakwah dengan para Jundi – jundi Allah…
Aku bersama kesederhanaan yang terbalut takwamu…
Bersama menggapai perjuangan ini…
Yang karenamu Allah semakin sayang padaku…
Pada dakwahku…

(taken from http://ibnusyam.multiply.com dengan perubahan)

my favorite love poem

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Alllahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amin !

(taken from http://raraayu.multiply.com)

I love IT ^_^

Assalaamualaikum…

Hey, all! Right now, I’m sitting in front of my desktop in my office, trying to do webhosting but there’re soooo many errors and incompatibilities…Well, since I still have no idea why those errors happen and how to fix it, I decide to get some relax and start writing my blog.. 🙂

Hmm…last night when I was about to go to bed, suddenly I remember one of my conversation with my special friend..That conversation means a lot for me. It opened my eyes to be a grateful person and always trying to do my best in anything I do.. It touched my heart so deeply that I would like to share it with you…hope it will be worth for you as well as it does to me..

As you may recall, I’m a 6th semester student in President University majoring IT. And guess what? After almost 3 years I learn many things related to IT, I say,” I don’t like IT. This major is not suitable for me. I don’t like it.”

Since I was an elementary school student, I always wished to become a doctor. That was my highest desire that I gave all my effort in order to achieve that. I was studying soooo hard, taking additional course, praying, etc, etc…

However, Allah seemed to have different plan for me. After all those restless struggle, I failed in my SPMB for both Medical Faculty in UI and UNDIP. I was shocked, I think I can do most problems in the test very well, yet I failed. It cost me one night full of tears.. Even in the next day, I kept looking at the SPMB result announcement in the newspaper, wishing that I’ve missed my name, that it’s actually there but I didn’t see it. I failed, again, to find my name. And it cost me another night full of tears..

I don’t know what to do, I can’t think other major to take but Medical…I was absolutely desperate. Then my mom’s best friend phoned and told her that there was a scholarship offer in President University. She suggested my mom to ask me whether I want to try out the scholarship test. Since I didn’t know where to continue my study, I accepted that offer. I registered, took the test, and get full scolarship.

At the time I filled the registration form, I don’t know what major to choose. I dropped all the Business majors coz I didn’t have either basic or interest in that field. Also I dropped Engineering majors since the test for Eng majors included Physics subject, and I know I won’t get it. Hence, the only choice I had is Computing faculty of IT or IS, well, I chose them coz I didn’t have other choices..

So, here I am..IT students, without any knowledge about IT and without any desire to gain the knowledge. I was frustrated, I feel that I was the most stupid student in my class. All my friend seemed techno-minded and up to date. And me? Such an ugly duckling. I don’t like the course, it is hard to understand, etc, etc… Therefore, the only reason I kept studying is just becoz I didn’t want to lost my scholarship. I didn’t want to make my parents sad and disappointed. I did my study with neither passion nor joy, and it really really REALLY hurts.

Then, when I was in my summer holiday, my cousin from Surabaya came to Jakarta and I invited her to my dorm, just to let her know my college life. FYI, she took Biology major in ITS and she loved it so much. She told me that she did many researches, she invented many new things, and she really enjoyed her study. She seemed very expert and had deep knowledge in her field. Hearing that, I want to do suicide. I feel useless, ashame, and sick. I hate myself for being trapped in the stuff I don’t know and I don’t like, knowing that I can never escape.

In this worst situation, he came. I told him all my feelings since he’s the only person I trust and I feel comfortable with. I told about how hurt I was, especially when I heard about my cousin’s achievement. I told him how stupid and useless I was. I said I want to out from PU and take Medical major. “It’s not too late yet”, I said.

Unexpectedly, he was mad at me. He said coldly,”You are selfish, you know? Selfish, childish, and un-grateful. I really disappointed of you” I was shocked,”What do you mean?” And here the conversation went…

He : Have you ever think, that by getting scholarship here, you make your parents able to save their money? Have you ever think, that your parents are really thankful to you bcoz you make them able to afford your little brother’s education? To pay their loans? To fulfill their daily needs?

Me: (speechless)

He: If you take Medical major, do you know how expensive it will cost? If you take that major, probably your brother won’t be able to go to school! Probably your parents won’t be able to pay their loans!

Me: (speechless)

He: Your parents never have their own house for 17 years since they’re married, they always stay in a rented house, do they?
Me: (nodded)
He: Just know your parents are able to build and have their own house, don’t they?
Me: (nodded)
He: Do you know, that’s all becoz of you. Since they don’t spend money for your education, they can save the money to build house and even buy new car.
Me: (specchless)
He: How old are you?
Me: (whisper) Nineteen years old.
He: Well now, tell me, how many people in this country who are able to buy house and car for their parents, in the age of nineteen? Even haven’t graduated yet?
Me: (speechless)
He: You should be proud, you should be grateful. Allah gives you chances serve your parents, to help then, while not every people are able to do that!
Me: (speechless)
He: But what? You’re angry, you’re sad, you only thing about YOURself. You want to study in the field that you like, and bla bla bla, and never think about even your own parents! They already give everything to you, they sacrifice everything for you, and what do you do in return? You’re sad just because you can’t study in the major you like! That’s incomparable with what your parents already done for you! You’re so selfish!

His words hit me like a sword in my heart. At that time I cried, cried till I can’t say anything. However, his words waken me up. Yes, I’ve been so selfish and childish. I’ve always been thinking about myself, myself, and myself. He’s definitely right, I’m selfish, childish, and ungrateful.

Since that day, I realized that I can’t always get everything I want. I’ve to be strong. I must be able to survive in any condition. What are in front of me now, face it! Do the best for it!

And I remember one verse in Al Quran that’ve always been strengthened me up ever since
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Well..that’s it. (panjang banget ya??) Yah…I just wanna share it, shall you have same problem with me, probably this writing could help you…

And now…lunch time is come!!! Yummy..yummy….See u later yah guys!!!

Ayat – ayat Cinta…

“Wahai orang yang lembut hatinya…
Aku ingin menjadi yang halal bagimu
Yang bisa kau kecup keningnya
Dan kau hapus air matanya…”

Asli guys…pas aku nonton film ini, hatiku bener – bener “gerimis”… Ini film yang menyentuh bgt, yg ngasih lihat ke kita betapa indahnya cinta dalam Islam. Cinta itu begitu terjaga, bersih dr kekotoran dan nafsu dunia…Beda bgt sama cinta yang ngetrend di tengah – tengah kita sekarang…terutama yg melanda para kaula muda. Dengan mudahnya cinta disalurkan melalui pelukan, ciuman, dll…padahal si wanita itu belum halal untuk si pria, da begitu juga sebaliknya…

Aku suka banget surat cintanya Noura buat Fahri…so pure, so honest, apa adanya…Di sini aku bs lihat bahwa Noura mencintai Fahri semata – mata karena keindahan akhlaknya dan kedalaman agamanya…what a beautiful love…terutama pas dia bilang “Aku ingin menjadi yang halal bagimu, yang bisa kau kecup keningnya, dan kau hapus air matanya…”

Aku sangat tersentuh pada bagian, “aku ingin menjadi yang halal bagimu”..Di sini aku lihat, bahwa Noura “mensyaratkan” dia harus halal dulu buat Fahri, bahri Fahri bisa mengecup keningnya dan menghapus air matanya…Seberapapun kuat dan dalamnya cinta Noura pada Fahri, dia “keukeuh” musti jd halal dulu buat Fahri, baru Fahri boleh meenyentuhnya…

Hal semacem ini yang udah susah bgt ditemuin di masa sekarang…kalo kita udah “sayang” sama seseorang, kita ngga peduli apakah dia halal untuk kita, yang penting kita bisa deket dia, nyentuh dia, dll…

Itulah kenapa di film ini aku melihat dengan jelas, betapa Islam sangat menjaga cinta, supaya cinta itu tetap murni dan penuh berkah. Islam jg sangat mengagungkan wanita…wanita ngga boleh disentuh, kcuali si pria udah halal buat dia..subhanallah…Maha Suci Engkau Ya Allah…

Di sini juga aku bisa lihat tentang tulusnya kasih dari seorang istri..Aisha, istri Fahri (yang notabene adalah cewe yang cemburuan bgt, sempet ngga terima bahwa Fahri disukai sama banyak cewe), rela Fahri menikahi Maria, demi kebebasan Fahri dr penjara dan kesembuhan Maria dari koma..(Maria koma krn depresi Fahri yg dia cintai menikah sama Aisha)

Aku melihat bahwa cinta Aisha pada Fahri tidak membutakan nuraninya…Aisha tidak menjadi orang yang egois krn cintanya…Perasaan cintanya sangat tulus, bukan sekadar rasa ingin memiliki belaka..Kayak yang Maria bilang di akhir2 hidupnya,”Aku menyadari bahwa cinta dan keinginan untuk memiliki itu tidak sama..”

Itu terlihat dr kemuliaan hatinya saat menyuruh Fahri menikahi Maria, bahkan dia ngasih cincin perkawinannya dengan Fahri untuk dipakai sebagai mas kawin oleh Fahri saat menikahi Maria…Aisha memang cinta banget nget sm Fahri, tp cintanya itu ngga membuat dia terlena. Kenapa bisa begitu? Karena cinta Aisha pd Fahri terbungkus dalam cintanya pada Allah…cinta Aisha pada Allah mengalahkan cintanya pd suaminya…krn itulah ia sangat mengharapkan ridha dari Tuhannya, dengan melakukan hal yg mulia, membebaskan suaminya dr fitnah, dan menyelamatkan hidup seorang wanita…subhanallah….

Dan yang aku paling suka, lirik lagu OST film ini yg dinyanyiin sm Rossa, pas bagian,“Namun harus kutinggalkan cinta, ketika ku bersujud”

Betapa pada saat kita bersimpuh di hadapan Allah, kita sanggup meleburkan segalanya, demi mencapai cinta dan ridhaNya…

Bisakah aku jd seperti itu? Muslimah yang menepatkan cinta pada Allah dan RasulNya di atas segala cinta lain kepada makhluk?

Mampukanlah diriku yang fakir ini, Ya Allah…
Yang tak setaqwa Khadijah, pun tak semulia Aisyah
Untuk menjadi mutiara di tengah kaum ini
Dengan derai cinta padaMu yang memenuhi relung hati
Semoga untaian tasbih tak kan pernah lepas
Dari bibirku ini, sampai ku di ujung nafas…